Kegiatan menulis, atau mencipta karya sastra, dimulai dari adanya ide. Begitu pula dalam menulis cerita pendek (cerpen). Ide adalah gagasan dasar yang menjadi landasan tematik bagi penulisan cerpen. Tema menjadi semacam benang merah yang merangkai unsur-unsur cerita, sejak alur, plot, sampai penokohan dan karakterisasi tokoh-tokohnya, menjadi sebuah cerpen yang seutuhnya.
Alur adalah pergerakan cerita dari waktu ke waktu. Ada alur progresif (runtut), ada kilas balik (flash back), dan ada percampuran antar keduanya. Alur dibangun oleh narasi, deskripsi, dialog, dan aksi/laku (action). Narasi adalah pelukisan yang dinamis, penggambaran gerak (action) tokoh-tokohnya, serta pergerakan benda-benda yang menjadi penyebab atau akibat aksi para tokoh cerita. Deskripsi adalah pelukisan suasana yang statis, cenderung tetap, seperti suasana kamar yang berantakan, atau bangunan yang luluh lantak oleh bom. Dialog adalah kata-kata yang diucapkan oleh tokoh-tokoh cerita. Ada dialog lahir (terucapkan), ada dialog batin (tidak terucapkan). Sedangkan laku/aksi adalah aktivitas fisik, gerakan anggota badan, dan perbuatan tokoh-tokoh cerita. Continued…
Posted in ARTIKEL, BAHASA INDONESIA, CERPEN.
Tagged with CERPEN, Tips dan Trik.
By anistok
– January 17, 2010
“Bersabarlah menghadapi hidup, jangan pernah berburuk sangka pada Alloh sebab suatu permasalahan dalam hidupmu. Karena dibalik itu semua ada hikmah dan hidayah yang bisa kau ambil. Dan cobaan yang sulit adalah bagian dari ilmu Alloh yang diajarkan-Nya secara langsung kepada kita. Oleh karena itu, tetap bersabar dan bersyukur.â€
Kalimat panjang yang tertuliskan pada buku catatan harian saya.
Syeh Muhyiddin Ibn ‘Aroby “Jika ditahan permitaanmu maka sejatinya engkau telah diberi. Dan jika ditolak permintaanmu maka sejatinya engkau ditahan dari pemberian yang sangat besar.â€
Pernyataan Ibn ‘Aroby jika dihubungkan dengan hidup saya memang sangat sejalan. Bahkan saya menjadi sangat percaya karena mengalaminya sendiri. Ketika saya mendapatkan kelulusan saya begitu senangnya. Bahkan, kelulusan adalah bagian dari sejarah hidup yang tak akan pernah dilupakan. Sebagaimana seorang siswa pasti sudah punya gambaran jenjang pendidikannya nanti setelahnya. Continued…
Posted in PELAJARAN HIDUP.
By anistok
– December 24, 2009
“Assalamu’alaikum …”
Kang Zulfi mengakhiri sholatnya dengan menengokan pandangan kearah kanan hingga ma’mum dibagian belakang kanannya terlihat, seolah ia berucap salam pada malaikat Rokib
“Assalamu’alikum …”
Salam kedua kang Zulfi menengokkan pandanganya kearah kiri dan seolah ia sedang berucap salam dengan malikat Atid. Hal demikian pun di ikuti oleh para ma’mumnya, begitu pula aku yang langsung menggeser tempat duduknya, merapat pada tembok untuk melantunkan dzikir kepada Alloh untuk memantapkan dan menenangkan hati dengan iman. Setelahnya, doa menghiasi bibirku yang meresap kehati meminta tolong pada Alloh untuk memudahkan mengatasi masalahku. Aku yakin akan mengabulkan permintaanku walau aku tak tahu kapan Alloh memberikannya.
Aku percaya tentang ayat Al-Qur’an. Alloh tak akan memberikan cobaan diluar batas kemampuan hambanya. Termasuk Aku.
Setelah lantunan lafadz-lafadz selesai, kupenjamkan mata sekejap. Kutarik nafas dalam, dan memantapkan dalam hatiku doa-doa yang kubaca dan angan-angan yang kuceritakan melalui hatiku kepada Alloh, Tuhan Yang Maha Mendengar lagi Maha Pemberi. Continued…
Posted in CERPEN.
By anistok
– December 18, 2009
Awal dari menapakan kaki untuk melangkah di perguruan tinggi adalah propesa atau bahasa kerennya OSPEK. OSPEK atau sering disebut orientasi memang serupa dengan MOS (Masa Orientasi Siswa) seperti yang dilakukan anak-anak SMP atau SMA, bedanya hanya OSPEK dilakukan untuk menyambut dan mengenalkan lingkungan, sistem belajar, dan apapun yang berhubungan dengan perguruan tinggi dan dilakukan diperguruan tinggi. Malahan ada beberapa perguruan tinggi yang menggunakan OSPEK sebagai media pembangun strata atau pemisah yang akan menghasilkan stratifikasi dalam pendidikan, seperti ke-senioritas-an. Dan tidak dipungkiri, ke-senioritas-an banyak melahirkan OSPEK-OSPEK yang berbau perploncoan dan penganiyaan seperti beberapa waktu lalu dimuat diberbagai media tentang kasus IPDN.
Di UIN Syarif Hidaytullah, OSPEK sudah ada sejak lama. OSPEK itu sendiri menurut ketua BEM “kegiatan pengenalan pada semua lini kampus, baik pendidikan, lingkungan, budaya, organisasi, dll. Tapi satu hal, OSPEK di UIN Syarif Hidayatullah tidak mengenal perploncoan.†Continued…
Posted in PENGALAMAN.
Tagged with pengalaman, UIN Syahid.
By anistok
– November 25, 2009
Cerpen hanya mengungkap satu persoalan pokok, sementara novel menggabungkan beberapa persoalan secara sambung-menyambung dalam rangkuman satu tema sentral. Oleh karena itu, novel punya banyak peluang untuk berlarut-larut dalam memaparkan suatu latar, peristiwa, atau penokohan secara rinci. Sedangkan cerpen hanya selintas-selintas saja mengungkap esensi suatu latar, peristiwa, atau penokohan dalam satu “helaan nafas†untuk menunjang persoalan pokok. Untuk itu, diperlukan sikap hemat dalam mengumbar narasi sewaktu menulis cerpen karena keterbatasan halaman atau karena kependekannya. Meski begitu, bukan berarti sebuah cerpen merupakan ringkasan sebuah novel. Cerpen adalah cerita yang pendek, kental dan mengesankan. Continued…
Posted in ARTIKEL.
Tagged with CERPEN.
By anistok
– November 21, 2009

Kesedihan Berlebihan
Sehari sebelum aku mendapati umur yang beranjak naik ke-19 aku begitu merasa sedih karena dalam pikiranku takan ada lagi orang yang perduli kepadaku. Kepada hari yang membuatku semakin senja dalam setiap hembusan nafas. Aku begitu sedih ketika mendengar apa yang “dia” katakan padaku lewat e-mail yang sudah aku lama tunggu. Dan ternyata, balasan dari “dia” yang kupercaya dapat menyuport, memberi semangat, memberi harapan, dan memberikan kebahagian untuk sedikit senyum simpulku. Tapi apa yang kudapat, hanya kekecewaan. Dan hal itu terjadi begitu saja pada saat aku mendambakan hari bahagiaku.
Aku berpikir pada hari kemarin (baca: hari ULTAH) tak ada yang perduli padaku. sebab satu-satunya orang yang kudambakan selama ini telah menghancurkannya dan itu membuat kekecewaanku menjalar kepada semuanya. Termasuk kepada mereka. Dan hari ULTAH-ku, aku putuskan untuk melatih anak TK manasik haji seperti apa yng dikatakan Mas Handi teman satu Kos saat itu. Tapi ternyata, bukan melatih yang kudapat. Aku dipercaya menjadi Koord Juri lomba Manasik Haji se-Jakarta Barat di ITC Permata Hijau. Sungguh, Tak Kuduga sebelumnya. Aku lakukan dengan baik tugas itu sampai selesai. Dan Akhir dari itu semua aku mendapatkan fee (baca: upah) atau ucapan trima kasih atas waktu dan tenaga yang kuberikan. Dan alhamdulillah, fee yang kudapatkan bisa untuk makan selama 3 minggu. Sungguh indah, Yang aku percaya adalah. Alloh akan memberikan sesutu yang terbaik untuk hamba-Nya pada waktunya, walaupun hamba tersebut tidak memintanya. Alloh Maha Pemberi lagi Maha Penyanyang. Continued…
Posted in PELAJARAN HIDUP.
By anistok
– November 16, 2009
Posted in PELAJARAN HIDUP.
By anistok
– November 14, 2009
Setelah membaca tulisan sebelumnya Teknik Penulisan Berita untuk Pemula #1, berarti anda sudah sedikitnya mengetahui tentang syarat-syarat layak berita yaitu significance, magnitude, timeliness, proximity, prominence, human interest. Apalagi ditambah dengan contoh, pahamlah anda. Tetapi untuk menulis berita ada hal lain yang menjadikan berita akan sempurna, yaitu konsep 5W 1H.
Didalam dunia jurnalistik sudah tidak asing lagi konsep 5W 1H. 5W 1H adalah unsur-unsur yang terdiri dari (What, Who, Why, When, Where) + How. (Apa, Siapa, Mengapa, Kapan, Dimana,) dan Bagaimana. Pertanyaan-pertanyaan ini merupakan perangkat pembantu untuk mencari jawaban yang akan menjadi bahan berita. Dan konsep ini mutlak adanya, sebab kalau kita lupa salah satu dari perangkat pertanyaan tersebut, maka pembaca akan bertanya-tanya. Misalkan kurang who-nya, pembaca akan bertanya siapa yang diberitakan, kurang where-nya, pembaca bertanya dimana gerangan lokasi kejadian itu dan seterusnya. Continued…
Posted in ARTIKEL.
Tagged with BERITA.
By anistok
– October 28, 2009

Saya pertama kali terjun didunia tulis-menulis ketika masih dibangku sekolah menengah pertama (SMP). Dikarenakan seluruh siswa wajib memilih minimal satu eskul, mau tidak mau saya harus mengikutinya. Dan saya menetapkan memilih dua eskul, pertama PMR, dan yang kedua mading atau majalah dinding. Dari mading inilah, pertama kali saya dikenalkan bagaimana pentingnya sebuah informasi. Dan hal yang paling praktis dari sebuah informasi adalah berita. Menulis berita ini, bisa berupa liputan atas peristiwa penting (tentu, kalau bisa disertai photo peristiwa), bisa berupa wawancara umum (untuk topik yang tengah mengemuka), bisa pula catatan-catatan penting atas sebuah acara yang perlu diketahui publik.
Menurut Prof. Drs M Atar Sami, berita adalah cerita atau laporan mengenai kejadian atau peristiwa yang faktual, baru dan luar biasa sifatnya. Unsur faktual merupakan hal utama untuk membedakan suatu tulisan disebut berita atau bukan berita. Karena berita harus selalu berdasarkan sebuah fakta, oleh sebab itu seorang wartawan tidak boleh mengarang berita. Sedang unsur baru dan luar biasa berkaitan dengan aturan mengenai suatu fakta yang layak ditulis menjadi berita. Continued…
Posted in ARTIKEL.
Tagged with BERITA.
By anistok
– October 18, 2009

Santri Koplok
Byur….!!!
Seember air disiramkan.
“Bangun…!†bentak kang Puji. “Kamu mau jadi apa sih..?, mau jadi kebo yang bisanya tidur terus… Apa mau jadi Ayam, hah…! mending ayam kalo males, suka tidur-tiduran bisa disemebelih, bisa buat makan. Trus kalo kamu…! yang sukanya tidur, mau diapakan..?, mau disembelih juga.â€
Kontan semua orang yang ada disekelilingnya tertawa. Hanya kang Puji yang tidak.
â€kamu mau jadi apa…?†tanya Kang Puji lagi…
â€mau jadi apa hah…!, ditanya ko’ diam aja. Punya mulut nda..?†lanjut kang Puji dengan nada semakin keras memarahiku. Perasaankupun menciut, wajahku usang. Sejenak ku menatapnya, tampak berdiri kang Puji didepanku membawa ember si saksi bisu perbuatan yang paling memalukan dalam sejarah hidupku.
Sambil menatap tajam Kang Puji meletakan ember disampingnya, kemudian melangkah mendekatiku dengan langkah perkasa. Ia semakin dekat dengan posisiku yang basah kuyup diatas tikar. Setelah tepat didepanku, kang Puji membungkukan badan dan duduk sejajar denganku. Dia masih menatapku, namu tatapannya tidak setajam tadi ketika baru mengguyurkan air. Sekarang tatapannya telah pudar menjadi tatapan yang teduh. Tatapan kedamaian. Melihat perubahan demikian, denyut jantungku mulai menurun, keteganganku mulai redup. Aku perlahan menggerakan tubuhku yang tak beraturan menjadi keadaan sila. Kutundukan kepalaku sebagai tanda hormatku pada santri senior, apalagi santri senior itu santri terdekat Abah. Tak ada sepatah kata keluar dari mulutku, tak juga ada gerak dari tubuhku selain duduk berpaku diam seribu.
*cuplikan kumpulan cerpen batur agung
Posted in CERPEN.
Tagged with al hikmah, CERPEN, koplok, santri.
By anistok
– October 3, 2009
Komentar Teman